Skip to main content
Berita KegiatanPencegahan dan Pemberdayaan MasyarakatBerita Utama

Masuk di Tahun Kedua, BNNK Tual Libatkan Remaja sebagai KATANA (Kawan Tanpa Narkoba)

Dibaca: 3 Oleh 26 Sep 2022Tidak ada komentar
Masuk di Tahun Kedua, BNNK Tual Libatkan Remaja sebagai KATANA (Kawan Tanpa Narkoba)
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Empat minggu yang lalu, BNNK Tual telah menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif Remaja sebanyak 4 Kali pertemuan. Pertemuan yang dijadwalkan setiap seminggu sekali ini, dihadiri oleh 10 remaja yang sudah terpilih di Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara. 10 remaja ini didapatkan dari proses seleksi dari 3 sekolah dan 1 lingkungan desa yang dipilih, antara lain SMAN 1 Tual, SMAN 5 Tual, SMA SAKA Langgur dan Desa Ohoitahit sebagai lingkungan Desa Bersinar.

Kegiatan Dialog Interaktif Remaja merupakan salah satu program unggulan dan menjadi program prioritas nasional BNN dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkup remaja. Sehingga pelaksanaannya sudah dikemas sedemikian rupa untuk memberikan ketahanan diri remaja dari penyalahgunaan narkoba, baik untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan pertemanannya. Bahkan panduan pelaksanaannya juga sudah dikemas dalam modul SIGAB (Siaga Lawan Narkoba).

Selama 4 kali pertemuan, 10 remaja mendapatkan banyak hal. 10 remaja yang dikenal dengan KATANA (Kawan Tanpa Narkoba) ini, dilibatkan untuk dilatih agar memliki kesiapan sebagai pribadi yang bersih dari narkoba. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dalam bersosial sehingga akan memperkuat citra positif remaja dan untuk memberikan pemahaman serta mengembangkan kemampuan yang aplikatif kepada remaja dalam menciptakan hubungan pertemanan yang adaptif dalam menolak penyalahgunaan narkoba.

Masuk di Tahun Kedua, BNNK Tual Libatkan Remaja sebagai KATANA (Kawan Tanpa Narkoba)

Emosi :Penguatan KATANA melalui praktek butterfly hug therapy pada topik emosi dan perasaan yang diarahkan oleh profesional

Kegiatan ini dipandu oleh praktisi profesional di bidang psikolog anak, Marwelrina Shane Silubun, M.Psi. Dia juga seorang dosen dan pengajar sekaligus pengampu Bimbingan Konseling di salah satu SMP di Kab. Maluku Tenggara. Sesekali pemateri lain juga diundang untuk melengkapi materi baku sesuai Modul SIGAB (Siaga Lawan Narkoba). Seperti Maria Tohatta, S.Pd (praktisi anak), Ratna Uar, Mo.IA (Alumnus Pennsylvania University – Penerima LPDP) dan Tasya Rahakbaw (alumni Katana’21).

Ada tiga dimensi yang menjadi concern pembahasan dalam kegiatan ini. Ketiga dimensi ini adalah regulasi diri, sikap asertif dan pencapaian diri (reaching out). Regulasi diri merupakan kemampuan untuk mengontrol impuls, emosi, dan pengaruh dari lingkungan terhadap diri. Sedangkan asertivitas adalah kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh anak tentang mengutarakan secara langsung apa yang diinginkan atau tidak diinginkan kepada orang lain secara tegas. Kemudian yang terakhir, reaching out merupakan kemampuan untuk meningkatkan aspek positif kehidupan dengan cara menerima suatu tantangan atau menggunakan kesempatan serta meningkatkan keterhubungan dengan orang lain.

Masuk di Tahun Kedua, BNNK Tual Libatkan Remaja sebagai KATANA (Kawan Tanpa Narkoba)

Masa Depan : sharing session tentang potretku di masa depan oleh Penerima LPDP Lulusan Penn State

Ketiga dimensi di atas di-break down ke beberapa topik materi yang dikembangkan menjadi 9 topik. 9 topik ini antara lain topik siapa aku, topik potretku di masa depan, topik emosi dan perasaan, topik terimakasih aku, topik aku dan sekitarku, topik menjadi remaja perempuan dan remaja laki-laki, potret berani bilang tidak, topik kamu tidak sendiri, topik mari beraksi.

Kesembilan topik di atas diberikan kepada 10 peserta melalui 4 kali pertemuan. Kemudian, peserta diminta untuk kembali ke lingkungan pertemanannya, untuk merencanakan aksi giat P4GN. Sehingga 10 peserta yang berasal dari 4 lingkungan diminta untuk melakukan aksi yang memilki impact untuk lingkungannya. Selanjutnya, usai aksi mereka dilaksanakan, 10 peserta akan diadakan pertemuan ke-5 yang membahas tentang review giat. Selain itu, peserta juga akan diminta untuk review 9 topik yang dibahas pada 4 kali pertemuan sebelumnya. (rez)

Terkait

Kirim Tanggapan